POTENSI DESA PART 1: INDUSTRI TEMPE SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI MASYARAKAT

Produksi Tempe
Produksi Tempe

BONDOWOSO – Desa Pejaten Kabupaten Bondowoso memiliki berbagai keunggulan di bidang ekonomi. Keunggulan tersebut terletak diberbagai bidang seperti mebel dan umkm yang tersebar diberbagai dusun. Salah satunya adalah dusun Blok Makmur yang memiliki industri Tempe. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Universitas Jember melakukan kunjungan ke salah satu pemilik industri tempe yang terletak didusun Blok Makmur hari rabu (19/7). Bapak Imam Huzaima selaku pemilik Industri tersebut yang terletak di RT 7 RW 1 desa Pejaten mendukung kegiatan kami untuk mendapatkan informasi mengenai proses pembuatan tempe, bahan-bahan dan pemasarannya. Selain itu, Pak Imam mendukung mahasiswa KKN untuk mengeksplor potensi desa demi kesejahteraan bersama dan kemajuan desa.

Bapak Imam Huzaima mendirikan pabrik tersebut pada tahun 2003. Menurut Bapak Imam Huzaima, pada saat ini penjualan tempe tidak menentu, hal itu diakibatkan oleh selera konsumen yang berubah-ubah, namun sampai saat ini minat masyarakat terhadap tempe masih lumayan besar. Sebagai contoh, ketika permintaan pasar meningkat pabrik Pak Imam Huzaima setiap harinya membutuhkan kedelai kurang lebih 80 kg. Namun, ketika pasar jenuh, banyak tempe yang dibawa pulang karena tidak laku dipasaran.

Dalam proses produksi, Pak Imam membuat 2 tipe tempe. Tipe 1 memiliki berat 2 ons dan tipe 2 memiliki berat kurang lebih 10 ons. Meskipun berbeda secara ukuran namun pada dasarnya harganya sama. Harga Tipe 1 dijual dengan harga Rp. 1.500,00 sedangkan Tipe 2 dijual seharga Rp. 8.000,00. Pak Imam membuat ukuran yang berbeda dengan tujuan mengatasi kejenuhan pasar.

Kondisi ekonomi yang saat ini sedang mengalami fluktuasi yang didukung oleh pengangguran yang terus meningkat, diperlukan usaha mikro, kecil dan menengah seperti yang dilakukan oleh Pak Imam. Hal itu diperlukan agar tercipta kestabilan ekonomi masyarakat melalui peningkatan keuntungan dan pembukaan lapangan kerja. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat tercapai dan terciptanya desa yang mandiri sebagai penggerak pembangunan ekonomi bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar