Hari Terakhir Pelatihan Bukanlah Akhir dari Pembelajaran

BONDOWOSO- Pelatihan seni membatik hari ketiga sekaligus menjadi hari terakhir di aula balai desa pejaten pada minggu (01/10/2017). Antusias warga masih sangat tinggi dengan jumlah peserta tidak jauh berbeda dengan hari sebelumnya. Hari libur tidak mengurangi semangat untuk melanjutkan pelatihan. Hari ketiga pencantingan kain telah diselesaikan seluruhnya. Tahapan selanjutnya ialah pemberian warna. Terlebih dahulu tutor meracik warna yang digunakan, sehingga menghasilkan beberapa warna diantaranya warna biru, hijau, merah, kuning, dan ungu dengan takaran yang telah ditentukan.

Perwarnaan dimulai pada motif menggunakan cotton buds dilanjutkan dengan pemberian warna dasar pada kain. Diamkan beberapa menit sampai kain kering namun tidak dijemur. Lalu dilakukan pengolesan waterglass pada kain, tujuannya untuk mengunci warna pada kain agar tidak mudah luncur. Teksturnya menyerupai tepung tapioka. Sebelum dioleskan pada kain terlebih dahulu, waterglass direndam dalam air selama ±12 jam agar lebih mencair sambil diaduk sampai merata. Setelah kain kering, maka oleskan waterglass pada kain secara merata. Lalu dikeringkan anginkan tanpa terkena sinar matahari agar kain tidak mudah rusak. Selanjutnya, kain dicuci pada air biasa lalu dilakukan pelorotan pada air mendidih untuk menghilangkan residu malam/lilin dan warna pada kain. Lakukan penjemuran kembali di tempat yang tidak terkena sinar matahari. Bagi peserta yang belum selesai melakukan tahapan tersebut bisa melanjutkan dirumah.

Hari terakhir pelatihan dihadiri oleh Kepala Desa selaku pembina karang taruna TUNAS MUDA, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada peserta yang sangat berantusias mengikuti pelatihan membatik selama 3 hari dengan harapan pasca pelatihan tetap dilakukan follow up agar kemampuan dan keterampilan membatik lebih mahir sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu untuk kebutuhan biaya dan promosi, bisa bekerja sama dengan BUMDES yang telah dibentuk oleh desa pejaten. Sementara itu, ketua karang taruna desa pejaten dalam pelatihan membatik mengapresiasi atas antusias dan juga semangat belajar peserta membatik. Pihaknya beserta anggota karang taruna desa pejaten akan terus mengawal hasil pelatihan membatik tersebut dengan latihan rutin lanjutan hingga menghasilkan karya yang layak jual di pasaran serta mempunyai karakteristik batik tersendiri khas pejaten namun tetap menjaga batik khas bondowoso. (Red/Wike)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *