Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa

 

BONDOWOSO – Desa Pejaten Kecamatan Bondowoso melaksanakan musyawarah rencana pembangunan desa dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah desa tahun anggaran 2018 pada jumat (22/09/2017) di aula balai desa pejaten. Dalam acara tersebut, dihadiri oleh camat bondowoso beserta stafnya, kepala desa beserta perangkatnya, badan permusyawaratan desa (BPD), Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, PKK, KPI, Bidan, Bumdes, ketua RT RW, dan lain-lain.IMG-20170925-WA0022

Musrenbang adalah forum perencanaan (program) yang dilaksanakan oleh lembaga publik yaitu pemerintah desa, bekerja sama dengan warga dan para pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya. Musrenbang yang bermakna akan mampu membangun kesepahaman tentang kepentingan dan kemajuan desa, dengan cara memotret potensi dan sumber-sumber pembangunan yang tidak tersedia baik dari dalam maupun luar desa. Segala aspirasi masyarakat yang telah disampaikan dalam forum akan dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan pembangunan desa tahun berikutnya. Camat Bondowoso dalam sambutannya menyampaikan, “Ini musrenbang desa pertama di kecamatan bondowoso. Saya sangat mengapresiasi sekali. Saya juga sangat bangga kepada warga desa pejaten telah berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa. Namun perlu diketahui juga bahwa usulan warga nantinya akan disusun oleh tim RKP dan akan dipilah kembali sebagai skala prioritas yang harus diutamakan namun ada pula yang ditangguhkan sesuai peraturan bupati no. 2 dan 3 tahun 2016. Mohon maaf sebelumnya bagi warga yang usulannya belum bisa dilaksanakan tahun 2018, mungkin masih bisa dilaksanakan pada tahun berikutnya.”

Bidan Pejaten menyampaikan aspirasinya
Bidan Pejaten menyampaikan aspirasinya

Usulan warga pada saat musyawarah dusun disampaikan kembali oleh pemerintah desa. Tujuannya untuk diketahui oleh undangan dan ditinjau kembali apabila ada kekeliruan. Beberapa usulan tambahan dari warga antara lain:
1. Pengadaan gedung kelompok belajar (KB) Al- Azhar.
2. RT 03 menambahkan adanya tempat wudhu dan tandon untuk warga, mesin pemotong kayu, dan bak sampah karena melihat kondisi sampah yang berserakan di selokan maupun sungai sekitar rumah warga.
3. Bidan pejaten memberikan usulan adanya ruangan khusus untuk desa siaga di balai desa pejaten. Tujuannya sebagai pos pelayanan kesehatan warga antara lain lansia, remaja, ibu hamil, dan kegiatan-kegiatan puskesmas lainnya. Juga adanya bantuan alat, pemberdayaan posyandu, serta pengaktifan kembali pustu.
4. RT 05 menambahkan usulan adanya pompa air, rumah tidak layak huni (RTLH), dan wc umum.
5. PKK meminta adanya ruangan khusus, bantuan alat mesin jahit, dan rumah tidak layak huni (RTLH).

Saat ini prioritas utama desa adalah gedung pelayanan. Rencana yang akan dilakukan ialah adanya tambahan ruangan dengan pembangunan lantai dua. Untuk bantuan alat-alat usaha bagi para pelaku ekonomi, bisa bekerja sama dengan badan usaha milik desa (Bumdes) atau dengan mengajukan proposal bantuan alat kepada dinas koperasi, industri dan perdagangan (diskoperindag). Untuk rumah tidak layak huni (RTLH), pemerintah desa mendapatkan bantuan dari TNI namun belum ada kabar dan tindak lanjut. Harapannya jika bantuan tersebut segera dikonfirmasi, maka kemungkinan besar rumah tidak layak huni yang diusulkan oleh warga akan segera teratasi. Oleh karena itu, musrenbang dilakukan karena adanya relasi denga para pemangku kepentingan (stakeholder) demi melancarkan proses pembangunan desa. (Red/Wike)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar