PEJATEN, SENTRA MEUBEL BONDOWOSO

IMG-20170806-WA0125

BONDOWOSO-  Mahasiswa KKN Universitas Jember melakukan penelusuran ke beberapa tempat yang menjadi sentra utama meubel yakni dusun Sumberayu dan Krajan, Kamis (03/8/2017). Observasi tersebut bertujuan untuk mengenalkan terhadap masyarakat umum bahwa pejaten merupakan sentra meubel yang ada di Bondowoso.

Awal mula terbentuknya industri meubel di Pejaten muncul ketika ada pengembangan ke daerah tersebut yang sebelumnya berpusat di Kampung Arab, Desa Kademangan Bondowoso. Menurut Pak Hasan selaku dusun sumberayu dan pengusaha mebel mengatakan bahwa pada tahun 1994-1995 banyak muncul pengusaha baru yang mengembangkan Industri meubel di rumahnya masing-masing. “Sekitar tahun 1994-1995 masyarakat dusun sumber ayu banyak yang melakukan industri mebel. Namun itu bukan pertama kali karena sebelum saya lahir sudah ada beberapa orang yang melakukannya, hal itu berawal dari pengembangan yang dilakukan oleh kampung arab dengan bekerja sama dengan masyarakat disini, kemudian masyarakat disini juga melakukan usaha meubel, namun perkembangannya sudah semakin pesat dari tahun 1994-1995” ujar Pak Hasan sewaktu di wawancarai dirumahnya.

Bahan yang digunakan dalam industri ini mayoritas adalah menggunakan kayu jati. Kayu tersebut dipasok dari pengepul kayu yang ada di Pejaten dan ada juga yang beli ke masyarakat pada umumnya yang memiliki pohon jati. Pemasaran produk dari tahun-tahun mengalami peningkatan, terutama pada bulan suci Ramadhan pemesanan melonjak drastis. Untuk harga dari tiap-tiap industri mebel rumahan berbeda karena menyesuaikan dengan kualitas kayu dan bagusnya barang.

IMG-20170806-WA0123

Kelompok pengusaha di Pejaten mengalami kemandekan, hal ini karena para pengusaha lebih memilih memasarkan produknya masing-masing ke toko, selain itu pemerintah memberikan bantuan alat terhadap pengusaha meubel namun tidak memberikan pelatihan. “Peran pemerintah dalam memajukan industri meubel ini sangat diperlukan, yakni dengan diaktifkan kembali adanya kelompok pengusaha yang bekerjasama menjadi satu kesatuan maka dapat menjadikan industri ini lebih maju lagi. Pemerintah bukan hanya memberikan bantuan alat berat saja, namun juga perlu melihat kondisi industri itu bisa apa tidak menggunakan alatnya. Karena selama ini bantuan itu hanya orang tertentu saja yang menerima dan alatnya banyak yang terbengkalai “Tutur salah satu pengusaha meubel. (Red/Ham)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar